Indigo
Indigo berasal dari daun tanaman indigofera yang difermentasi. Prosesnya panjang: daun direndam, larutan dioksidasi, lalu kain dicelup berulang kali. Warna biru yang dihasilkan tidak pernah benar-benar biru—ia punya kedalaman yang berubah tergantung cahaya.
Semakin sering dicelup, semakin dalam warnanya. Tidak ada dua lembar yang identik, bahkan dari larutan yang sama.
Soga
Soga menghasilkan cokelat hangat yang menjadi salah satu warna khas batik Jawa. Bahan-bahannya bisa berasal dari kulit kayu, daun, atau campuran keduanya. Resepnya sering diwariskan dalam keluarga.
Karena bahan alami, warna soga bisa berbeda antar musim dan antar perajin. Bagi kami, itu bukan inkonsistensi. Itu tanda bahwa kain masih terhubung dengan tempat ia dibuat.
Warna alami tidak berjanji untuk tetap sama. Ia berjanji untuk menjadi lebih dalam.
Waktu sebagai bahan
Pewarnaan alami tidak bisa dipisahkan dari cuaca. Hari yang terlalu lembap membuat warna sulit mengering; panas yang berlebihan bisa membuatnya tidak rata. Perajin membaca langit sebelum memulai.
Inilah alasan kami tidak mengejar keseragaman. Wastra yang dibuat dengan warna alam membawa waktu di dalamnya—dan itu adalah kemewahan yang tidak bisa diproduksi mesin.

