
Proses & material
Dari serat
ke cerita.
Wastra tidak dimulai dari desain di layar. Ia dimulai dari benang, air, api, dan tangan yang tahu kapan harus berhenti.
Material
Bahan yang tidak tergesa.
Kami memilih bahan berdasarkan bagaimana ia menua, bukan hanya bagaimana ia terlihat saat baru.
Katun
Katun primisima dan katun tenun tangan menjadi dasar sebagian besar koleksi. Teksturnya jujur, menyerap warna dengan baik, dan semakin nyaman setelah dipakai.
Sutra
Sutra dipakai untuk pieces yang membutuhkan jatuh ringan dan kilau lembut. Kami memilih sutra dengan berat yang cukup agar tidak transparan dan tahan lama.
Pewarna alam
Indigo, soga, dan akar-akaran menghasilkan warna yang tidak pernah seragam. Kami tidak mengejar keseragaman—kami menjaga karakter.
Proses
Empat tahap, tanpa jalan pintas.
Memilih serat
Sebelum motif, ada bahan. Kami memilih benang dan kain yang sesuai dengan fungsi pieces—bukan sekadar yang paling mudah didapat.
Menyiapkan benang
Untuk tenun ikat, benang diikat dan dicelup sebelum ditenun. Bagian yang diikat tetap terang; bagian yang terbuka menyerap warna. Pola lahir dari resistensi.
Menenun & membatik
Tenun dibuat di alat tradisional. Batik ditulis dengan canting, garis demi garis. Keduanya tidak bisa dipercepat tanpa kehilangan sesuatu.
Menyelesaikan
Tepi dijahit tangan, kain diperiksa, dan setiap variasi dicatat. Kami tidak menyembunyikan ketidaksempurnaan; kami menjelaskannya.
Asal
Dari banyak tempat, satu bahasa.
Setiap daerah punya teknik dan motifnya sendiri. Kami tidak menyeragamkannya.
Glosarium
Beberapa kata yang perlu dikenal.
Batik tulis
Batik yang motifnya digambar tangan dengan canting dan lilin panas. Prosesnya lambat dan menghasilkan garis yang tidak pernah sepenuhnya seragam.
Tenun ikat
Teknik menenun di mana benang diikat dan dicelup sebelum ditenun, menciptakan motif yang muncul dari bagian yang tidak terkena warna.
Perada
Aksen emas pada kain, sering dikaitkan dengan upacara dan kain pusaka. Kilaunya lembut dan berubah seiring waktu.
Soga
Pewarna alami cokelat hangat yang menjadi salah satu warna khas batik Jawa, berasal dari kulit kayu dan daun.
