
Wastra tidak perlu
diterjemahkan.
Neshvari Wastra lahir dari keyakinan sederhana: kain Indonesia tidak perlu menjadi sesuatu yang lain agar relevan. Ia hanya perlu dipilih dengan baik, diceritakan dengan jujur, dan dipakai dengan bangga.
Kami tidak menciptakan wastra. Kami memilihnya.
Di balik setiap lembar ada perajin yang menghabiskan waktu, bukan hanya bahan.
Neshvari Wastra bekerja langsung dengan perajin di Lombok, Banten, Cirebon, Bali, Kalimantan, Sumatra, dan Lampung. Kami datang ke tempat mereka, melihat prosesnya, dan membeli dengan harga yang adil. Tidak semua kain yang indah bisa kami bawa—hanya yang punya tekstur, warna, dan cerita yang kami percaya.
Pada Inacraft 2026, kami membawa koleksi ini ke Jakarta. Respons pasar—termasuk minat dari pembeli internasional—meyakinkan kami bahwa wastra punya tempat di lemari hari ini, bukan hanya di museum.
Dipilih, bukan diproduksi massal
Kami membeli dari perajin dan koperasi kecil, bukan dari pabrik. Setiap lembar dipilih karena tekstur, warna, dan ceritanya—bukan karena bisa diproduksi ulang tanpa batas.
Nama dan asal, bukan anonim
Kami menyebut asal kain dan, bila memungkinkan, nama perajinnya. Wastra bukan bahan tanpa wajah. Ia dibuat oleh seseorang, di tempat tertentu, dengan pengetahuan yang diwariskan.
Lambat, dan itu disengaja
Kami tidak mengejar koleksi baru setiap bulan. Lebih baik memiliki sedikit pieces yang benar-benar kami percaya daripada banyak yang tidak punya alasan untuk ada.
Perjalanan
Sedikit demi sedikit, dengan sengaja.
Kami tidak punya target untuk menjadi besar dengan cepat. Yang kami kejar adalah hubungan panjang dengan perajin dan pelanggan.
Koleksi kecil, dipilih dengan tangan
Setiap pieces melewati proses seleksi yang sama: dilihat, disentuh, dibandingkan, lalu diputuskan. Tidak ada yang masuk hanya karena tren.
Inacraft 2026
Enam hari di Jakarta, ribuan percakapan, dan respons pasar yang membuat kami percaya bahwa wastra bisa berjalan lebih jauh.
Dari Indonesia ke dunia
Kami ingin terus bekerja dengan perajin, memperluas jangkauan internasional, dan menjaga standar yang membuat wastra layak diwariskan.

“Kami tidak ingin wastra hanya dikagumi. Kami ingin ia dipakai, dirawat, dan diwariskan.”Neshvari Wastra
