Kenali kainnya

Batik tulis dibuat dengan lilin dan canting, lalu diwarnai secara bertahap. Karena itu, warna dan teksturnya bisa berbeda dari batik cap atau printing. Sedikit ketidaksempurnaan adalah bagian dari proses.

Sebelum mencuci, periksa label dan jenis pewarna. Batik dengan perada atau benang emas sebaiknya dry clean. Batik katun dengan pewarna alam bisa dicuci tangan dengan hati-hati.

Mencuci dengan tangan

Gunakan air dingin dan sabun lembut—sabun bayi atau sabun khusus batik. Jangan pernah menggunakan pemutih atau deterjen berbahan keras. Rendam sebentar, lalu tekan-tekan perlahan. Jangan menggosok atau memeras.

Bilas sampai air jernih. Angkat kain dengan kedua tangan, jangan digantung pada satu titik karena dapat merusak bentuk. Keringkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik.

Batik yang dirawat dengan benar akan menua bersama Anda—warnanya meredup, tetapi ceritanya bertambah.

Menyimpan dan menyetrika

Setrika dengan suhu rendah di sisi belakang, atau gunakan kain katun sebagai lapisan pelindung. Hindari menyemprotkan air langsung ke motif karena bisa membuat warna bergerak.

Simpan kain dalam keadaan kering dan lipat dengan kertas bebas asam jika memungkinkan. Jangan menggantung batik berat dalam waktu lama. Sesekali angin-anginkan agar kain tidak lembap.