Enam hari di Jakarta

Inacraft 2026 adalah pertama kalinya kami membawa koleksi Neshvari Wastra ke panggung sebesar ini. Kami datang dengan sekoper kain, buku catatan, dan sedikit gugup.

Responsnya di luar dugaan. Banyak pengunjung berhenti, menyentuh kain, dan bertanya tentang asal-usul motif. Kami menghabiskan lebih banyak waktu bercerita daripada berjualan—dan itu justru membuat penjualan datang dengan sendirinya.

Pembeli dari luar Indonesia

Yang paling membahagiakan adalah minat dari pengunjung internasional. Mereka tidak selalu tahu nama motifnya, tetapi mereka merasakan kualitasnya. Beberapa memesan untuk diri sendiri; beberapa untuk butik kecil di negara mereka.

Kami belajar bahwa cerita adalah jembatan. Ketika kami menjelaskan bahwa satu lembar kain memakan waktu berminggu-minggu, harga menjadi masuk akal. Ketika kami menunjukkan tangan perajinnya, kain itu berubah dari produk menjadi karya.

Wastra tidak perlu menjadi sesuatu yang lain untuk diterima. Ia hanya perlu diceritakan dengan jujur.

Apa yang kami bawa pulang

Selain pesanan, kami membawa pulang keyakinan bahwa wastra punya tempat di pasar global—bukan sebagai souvenir, tetapi sebagai fashion yang setara dengan kain premium lain.

Website ini adalah kelanjutan dari percakapan itu. Kami ingin siapa pun, di mana pun, bisa menemukan kain yang tepat dan memahami mengapa ia layak diwariskan.